Rabu, 29 Julai 2015

Wahabi

  1. Arab Saudi dan Wahabi Memerangi Khalifah Islam Turki dan Serahkan Palestina ke Yahudi?
    Posted on Januari 21, 2012 by Admin
    Insya Allah sebetulnya banyak kaum Wahabi yang lurus dan berniat benar-benar membersihkan Islam dari Bid’ah dan kemusyrikan. Namun berbagai fakta di bawah hendaknya membuka mata kita adanya persekongkolan dengan kaum kafir harbi seperti Inggris untuk memerangi sesama Muslim seperti Kekhalifahan Islam Turki Usmani atau pun pembantaian ummat Islam di Mekkah dan Madinah dengan tuduhan syirik, khurafat, dsb. Mudah-mudahan kita terhindar dari perilaku Khawarij.
    Kaum Wahabi yang ada di bawah mungkin tidak paham. Namun Muhammad bin Abdul Wahab bekerjasama dengan Raja Arab Saudi Ibnu Saud dengan imbalan sebagai Mufti. Sedang Raja Arab Saudi bekerjasama dengan Inggris memerangi Khalifah Islam Turki Usmani. Sekarang pun begitu dengan kerjasama dengan AS sedang yang diperangi adalah Iraq, Libya, dan kelompok Islam lainnya.
    Dokumen Ekspos Pendiri Saudi Yakinkan Inggris untuk Dirikan Negara Yahudi
    Eramuslim.com. Sebuah dokumen kuno mengungkapkan bagaimana Sultan Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi meyakinkan Inggris untuk menciptakan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina, sebuah laporan berita mengatakan.
    Dokumen, mengekspos komitmen mendalam dari Raja Saudi pertama dengan Inggris dan memberikan jaminan kepada pemerintah Inggris untuk memberikan Palestina kepada Yahudi.
    Dokumen kontroversial, yang ditulis sebagai pemberitahuan untuk kemudian didelegasikan kepada Mayor Inggris Jenderal Sir Percy Cox Zachariah, merupakan bukti lain dari pendekatan bermusuhan keluarga kerajaan Saudi untuk bangsa Palestina.
    “Saya Sultan Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud al-Faisal dan Saya mengalah dan mengakui seribu kali untuk Sir Percy Cox, utusan Inggris, bahwa saya tidak keberatan untuk memberikan Palestina kepada Yahudi miskin atau bahkan untuk non- Yahudi, dan saya tidak akan pernah melanggar perintah Inggris,” tulis isi dokumen kuno yang konon ditandatangani oleh Raja Abdul Aziz tersebut.
    Catatan ini juga mengekspos bagaimana kerajaan Saudi menunjukkan kesetiaannya kepada pemerintah Inggris.
    Inggris menggunakan atase penting mereka untuk Arab Saudi pada tahun 1930, kedua negara pada masa itu saling berhubungan erat.
    Kekuasaan keluarga Al Saud menambahkan pentingnya Arab Saudi untuk Inggris, sebagaimana Inggris percaya kepada Ibnu Suud bisa sangat mempengaruhi negara-negara Arab.
    Kebenaran dokumen ‘kuno’ ini belum ada konfirmasi kebenarannya. Bisa jadi benar bahkan bisa jadi salah. Namun hubungan keluarga pendiri Saudi dengan Inggris secara fakta memang sudah terjalin dari dulu.(fq/prtv)
    http://www.eramuslim.com/berita/dunia/dokumen-kuno-ekspos-pendiri-saudi-yakinkan-inggris-untuk-dirikan-negara-yahudi-di-palestina.htm
    http://www.al-khilafah.org/2011/11/dokumen-ekspos-pendiri-saudi-yakinkan.html
    MENGUNGKAP PERSEKONGKOLAN WAHABI DAN PENGUASA SAUDI DALAM MENGHANCURKAN KHILAFAH
    Oleh KH. M. Shiddiq Al-Jawi
    Pengantar
    Gerakan Wahabi (al-harakah al-wahhabiyyah) dapat dianggap salah satu gerakan reformasi Islam yang berpengaruh besar terhadap umat Islam sejak abad ke-18. (Al-Ja’bari, 1996). Gerakan yang dirintis oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) memang dinilai banyak pakar memberi kontribusi positif bagi umat Islam, misalnya membuka pintu ijtihad, memurnikan tauhid sesuai pahamnya, dan memerangi apa yang dianggapnya bid’ah dan khurafat. Bahkan Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Mujaddid Ad-Din fi Al-Qarn Ats-Tsani ‘Asyar, menganggap Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mujaddid abad ke-12 H. Syekh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnyaKaifa Hudimat Al-Khilafah hal. 14, juga mengakui Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang mujtahid dalam mazhab Hambali.
    Namun sisi gelap dari gerakan ini juga harus diungkap, khususnya dalam aspek politik. Menurut Abdul Qadim Zallum, gerakan Wahabi telah dimanfaatkan oleh Muhammad bin Saud (w. 1765) untuk memukul Khilafah Utsmaniyah dari dalam. Namun tindakan yang sudah dapat disebut pemberontakan ini, menurut Zallum terjadi tanpa disadari oleh para penganut gerakan Wahabi, meski disadari sepenuhnya oleh Muhammad bin Saud. (Zallum, Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 14).
    Tulisan ini hendak mengkaji kitab Kaifa Hudimat Al-Khilafah (hal. 13-20) yang mengungkapkan upaya Muhammad bin Saud memanfaatkan gerakan Wahabi untuk mengguncangkan Khilafah Utsmaniyah dari dalam. Kajian akan dilengkapi dengan berbagai referensi lain yang relevan.
    Persekongkolan Negara-Negara Eropa
    Gerakan Wahabi dan penguasa Saudi muncul pertama kali pada abad ke-18 di tengah kondisi yang kurang menguntungkan bagi Khilafah Utsmaniyah, baik internal maupun eksternal.
    Secara internal, kelemahan Khilafah mulai menggejala pada abad ke-18 ini, disebabkan oleh buruknya penerapan hukum Islam, adanya paham-paham asing –seperti nasionalisme dan demokrasi– yang mengaburkan ajaran Islam dalam benak umat Islam, dan lemahnya pemahaman Islam yang ditandai dengan vakumnya ijtihad. (An-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyyah, hal. 177).
    Secara eksternal, negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Italia telah dan sedang berkonspirasi untuk menghancurkan Khilafah Utsmaniyah. Negara-negara Eropa itu berkali-kali berkumpul dan bersidang membahas apa yang disebutnya Masalah Timur (al-mas’alah al-syarqiyyah, eastern question) dengan tujuan untuk membagi-bagi wilayah Khilafah. Meski tidak berhasil mencapai kata sepakat dalam pembagian ini, namun mereka sepakat bulat dalam satu hal, yaitu Khilafah harus dihancurkan. (El-Ibrahimy, Inggris dalam Pergolakan Timur Tengah, hal. 27).
    Agar Khilafah hancur, negara-negara Eropa itu melakukan serangan politik (al-ghazwuz siyasi) dengan menggerogoti wilayah-wilayah Khilafah. Selain Rusia yang yang telah mencaplok wilayah Turkistan tahun 1884 dari wilayah Khilafah, Perancis sebelumnya telah mencaplok Syam (Ghaza, Ramalah, dan Yafa) tahun 1799. Perancis juga telah merampas Al-Jazair tahun 1830, Tunisia tahun 1881, dan Marakesh tahun 1912. Italia tak ketinggalan menduduki Tripoli (Libya) tahun 1911. Sementara Inggris menguasai Mesir tahun 1882 dan Sudan tahun 1898. (An-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyyah, hal. 206-207).
    Demikianlah serangan militer telah dilancarkan Eropa untuk menghancurkan Khilafah dengan cara melakukan disintegrasi wilayah-wilayahnya satu demi satu. (Jamal Abdul Hadi Muhammad, Akhtha` Yajibu an Tushahhah fi Tarikh Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah, Juz II/9).
    Selain upaya langsung dari luar, berbagai cara juga ditempuh oleh Eropa untuk menghancurkan Khilafah dari dalam. Menurut Zallum ada empat cara yang digunakan, yaitu : pertama, menghembuskan paham nasionalisme. Kedua, mendorong gerakan separatisme. Ketiga, memprovokasi umat untuk memberontak terhadap Khilafah. Keempat, memberi dukungan senjata dan dana untuk melawan Khilafah. (Zallum, Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 13; Abdur Rauf Sinnu, An-Naz’at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah, hal. 91).
    Di sinilah Inggris menggunakan cara-cara tersebut untuk memukul Khilafah dari dalam, melalui antek-anteknya Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud (w. 1830) yang memanfaatkan gerakan Wahabi. Upaya ini mendapat dukungan dana dan senjata dari Inggris. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 13).
    Hubungan konspiratif segitiga antara Inggris, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, dan gerakan Wahabi ini diuraikan secara detail oleh Abul As’ad dalam kitabnya As-Su’udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun (hal. 15). Menurutnya, Abdul Aziz membangun ambisi politiknya atas dasar dua basis. Pertama, adanya dukungan internasional dari Inggris. Kedua, adanya dukungan milisi bersenjata dari gerakan Wahabi.
    Dukungan Inggris terhadap Abdul Aziz ini terbukti misalnya dengan adanya berbagai perjanjian rahasia antara Inggris dan Abdul Aziz tahun 1904. Abul As’ad mengatakan,”Hubungan ini [Inggris dan Abdul Aziz] semakin kuat dengan berbagai perjanjian rahasia antara dua pihak tahun 1904, di mana Abdul Aziz menerima dukungan materi, politik, dan militer dari Inggris yang membantunya untuk meluaskan pengaruhnya di Nejed serta menguasai kota Ihsa` dan Qathif tahun 1913.” (Abu Al-As’ad, As-Su’udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun, hal. 16).
    Adapun dukungan milisi dari gerakan Wahabi kepada Abdul Aziz, telah terbentuk sebelumnya sejak tahun 1744 ketika terjadi kontrak politik antara ayahnya (Muhammad bin Saud) dengan Muhammad bin Abdul Wahhab. Kontrak politik ini berlangsung di kota Dir’iyyah, sehingga sering disebut “Baiah Dir’iyyah” (Tarikh Al-Fakhiri, tahqiq Abdullah bin Yusuf Asy-Syibl, hal. 25).
    Dengan kontrak politik itu, Muhammad bin Saud mendeklarasikan dukungannya terhadap paham gerakan Wahabi dan menerapkannya dalam wilayah kekuasaannya. Sedang gerakan Wahhabi yang sebelumnya hanya gerakan dakwah kelompok, berubah menjadi gerakan dakwah kekuasaan. Implikasinya, paham Wahabi yang semula hanya disebarkan lewat dakwah murni, kemudian disebarkan dengan paksa menggunakan kekuatan pedang kepada penganut mazhab lain, antara lain penganut mazhab Syafi’i. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 16).
    Pemberontakan Penguasa Saudi dan Wahabi Terhadap Khilafah
    Dengan dukungan dana dan senjata dari Inggris, penguasa Saudi dan kaum Wahabi bahu membahu memerangi dan menduduki negeri-negeri Islam yang berada dalam kekuasaan Khilafah. Dengan ungkapan yang lebih tegas, sebenarnya mereka telah memberontak kepada Khalifah dan memerangi pasukan Amirul Mukminin dengan provokasi dan dukungan dari Inggris, gembongnya kafir penjajah. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 13).
    Penguasa Saudi dan Wahabi telah menyerang dan menduduki Kuwait tahun 1788, lalu menuju utara hingga mengepung Baghdad, menguasai Karbala dan kuburan Husein di sana untuk menghancurkan kuburan itu dan melarang orang menziarahinya. Pada tahun 1803 mereka menduduki Makkah dan tahun berikutnya (1804) berhasil menduduki Madinah dan merobohkan kubah-kubah besar yang menaungi kuburan Rasulullah SAW. Setelah menguasai Hijaz, mereka menuju ke utara (Syam) dan mendekati Hims. Mereka berhasil menguasai banyak wilayah di Siria hingga Halb (Aleppo). (Muwaffaq Bani Al-Marjih, Shahwah ar-Rajul Al-Maridh, hal. 285).
    Menurut Zallum, serangan militer ini sebenarnya adalah aksi imperialis Inggris, karena sudah diketahui bahwa penguasa Saudi adalah antek-anek Inggris. Jadi, Inggris telah memanfatkan penguasa Saudi yang selanjutnya juga memanfaatkan gerakan Wahabi untuk memukul Khilafah dari dalam dan mengobarkan perang saudara antar mazhab dalam tubuh Khilafah.
    Hanya saja, seperti telah disebut di depan, para pengikut gerakan Wahabi tidak begitu menyadari kenyataan bahwa penguasa Saudi adalah antek Inggris. Mengapa? Karena menurut Zallum, hubungan yang terjadi bukanlah antara Inggris dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, melainkan antara Inggris dengan Abdul Aziz, lalu antara Inggris dengan anak Abdul Aziz, yaitu Saud bin Abdul Aziz. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 14).
    Mungkin karena sebab itulah, banyak para penganut gerakan Wahabi –mereka lebih senang menyebut dirinya Salafi– menolak anggapan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah memberontak kepada Khilafah Utsmaniyah. Banyak kitab telah ditulis untuk membersihkan nama Muhammad bin Abdul Wahhab dari tuduhan yang menurut mereka tidak benar itu. Contohnya kitab Tashih Khathta` Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah karya Asy-Syuwai’ir; lalu kitab Bara`ah Da`wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab min Tuhmah Al-Khuruj ‘Ala Ad-Daulah Al-Utsmaniyah karya Al-Gharib, juga kitab Kasyfu Al-Akadzib wa al-Syubuhat ‘an Da’wah Al-Mushlih Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab karya Shalahudin Al Syaikh. Termasuk juga kitab yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yang berjudul Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah karya Ash-Shalabi. (Pustaka Al-Kautsar, 2004).
    Bahkan dalam buku yang terakhir ini, Ash-Shalabi mencoba membangun konstruksi persepsi sejarah yang justru mengaburkan fakta sejarah yang sesungguhnya. Ash-Shalabi mengatakan bahwa perang antara Khilafah (yang diwakili oleh Muhammad Ali, yakni Wali Mesir) melawan gerakan Wahabi pertengahan abad ke-19, adalah Perang Salib yang berbaju Islam. (Ash-Shalabi, Ad-Daulah Al-Utsmaniyah Awamil An-Nuhudh wa Asbab As-Suquth, hal. 623).
    Maksudnya, Muhammad Ali dianggap representasi pihak Salib karena dia dianggap antek Inggris dan Perancis, sementara gerakan Wahabi dianggap representasi tentara Islam. Subhanallah, hadza buhtanun ‘azhim.
    Padahal, Muhammad Ali meski benar dia adalah antek Perancis menurut Zallum tapi dia memerangi Wahabi karena menjalankan perintah Khalifah, bukan menjalankan perintah kaum Salib. Jadi, perang yang terjadi sebenarnya adalah perang antara Khilafah dan kaum pemberontak yang didukung Inggris, bukan antara kaum Salib melawan pasukan Islam.
    Ada satu fakta sejarah yang diabaikan oleh para penulis sejarah apologetik itu, yang mencoba membela posisi Wahabi atau penguasa Saudi yang memberontak kepada Khilafah. Mereka nampaknya lupa bahwa wilayah Hijaz telah lama masuk ke dalam wilayah Khilafah Utsmaniyah. Sejak tahun 1517 M, Hijaz telah secara resmi menjadi bagian Khilafah pada masa Khalifah Salim I yang berkuasa 1512-1520. Peristiwa ini ditandai dengan pernyerahan kunci Makkah dan Madinah kepada penguasa Khilafah Utsmaniyah. (Abdur Rauf Sinnu, An-Naz’at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah, hal. 89; Tarikh Ibnu Yusuf, hal. 16; Abdul Halim Uwais,Dirasah li Suquth Tsalatsina Daulah Islamiyyah, hal. 88).
    Jadi, kalau Hijaz adalah bagian Khilafah, maka upaya mendirikan kekuasaan dalam tubuh Khilafah, seperti yang dilakukan penguasa Saudi dan Wahabi, tak lain adalah upaya ilegal untuk membangun negara di dalam negara. Lalu kalau mereka berperang melawan Khalifah, apa namanya kalau bukan pemberontakan?
    Para penulis sejarah apologetik itu semestinya bersikap objektif dan adil, tidak secara apriori berpihak kepada penguasa Saudi atau gerakan Wahabi. Atau secara apriori membenci Khilafah atau aktivis pejuang Khilafah saat ini. Allah SWT berfirman (artinya) : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS Al-Maaidah : 8).
    Namun nampaknya justru bersikap adil sepertilah yang paling sulit dilakukan oleh sejarawan, sejarawan manapun, khususnya penulis sejarah sezaman (l’histoire contemporaine, contemporary history). Dalam ilmu sejarah, menulis sejarah sezaman ini adalah paling sulit bagi ahli sejarah untuk tidak memihak (non partisan). Namun meski sulit, sejarawan seharusnya menulis secara obyektif, sekalipun menulis tentang penguasa yang sedang berkuasa. (Poeradisastra, 2008). Wallahu a’lam.
    DAFTAR BACAAN
    Aal Syaikh, Shalahudin bin Muhammad bin Abdurrahman, Kasyfu Al-Akadzib wa al-Syubuhat ‘an Da’wah Al-Mushlih Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, (ttp : tp), tt.
    Abu Al-As’ad, Muhammad, As-Su’udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun, (Kairo : Markaz Ad-Dirasat wa Al-Ma’lumat al-Qanuniyah li Huquq al-Insan), 1996.
    Al-Fakhiri, Tarikh Al-Fakhiri, tahqiq Abdullah bin Yusuf Asy-Syibl, (Riyadh : Maktabah Al-Malik Fahd), 1999.
    Al-Gharib, Abdul Basith bin Yusuf, Bara`ah Da`wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, (Amman : tp), tt.
    Al-Ja’bari, Hafizh Muhammad, Gerakan Kebangkitan Islam (Harakah Al-Ba’ts Al-Islami), Penerjemah Abu Ayyub Al-Anshari, (Solo : Duta Rohmah), 1996.
    Al-Marjih, Muwaffaq Bani, Shahwah ar-Rajul Al-Maridh, (Kuwait : Muasasah Shaqr Al-Khalij), 1984.
    An-Nabhani, Taqiyuddin, Ad-Daulah Al-Islamiyyah, (Beirut : Darul Ummah), 2002.
    Ash-Shallabi, Ali Muhammad, Ad-Daulah al-Utsmaniyah ‘Awamil an-Nuhudh wa Asbab as-Suquth, (ttp : tp), tt.
    Asy-Syuwai’ir, Muhammad Saad, Tashih Khathta` Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, (Ttp : Darul Habib), 2000.
    El-Ibrahimy, M. Nur, Inggris dalam Pergolakan Timur Tengah, (Bandung : NV Almaarif), 1955.
    Ibnu Yusuf, Tarikh Ibnu Yusuf, tahqiq Uwaidhah Al-Juhni, (Riyadh : Maktabah Al-Malik Fahd), 1999.
    Imam, Hammadah, Daur Al-Usrah As-Su’udiyah fi Iqamah Ad-Daulah Al-Israiliyyah, (ttp : tp), 1997.
    Muhammad, Jamal Abdul Hadi, Akhtha` Yajibu an Tushahhah fi Tarikh Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah, Juz II, (Al-Manshurah : Darul Wafa`), 1995.
    Poeradisastra, S.I., Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, (Depok : Komunitas Bambu), 2008.
    Sinnu, Abdur Rauf, An-Naz’at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah 1877-1881, (Beirut : Baisan), 1998.
    Uwais, Abdul Halim, Dirasah li Suquth Tsalatsina Daulah Islamiyyah, (ttp : tp), tt.
    Yaghi, Ismail Ahmad, Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah fi At-Tarikh Al-Islami al-Hadits, (Ttp : Maktabah Al-‘Abikan), 1998.
    Zallum, Abdul Qadim, Kaifa Hudimat Al-Khilafah, (Beirut : Darul Ummah), 1990.
    http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=648&Itemid=47
    FYI, ini pandangan Habib Rizieq Syihab (beliau seorang Doktor Ilmu Syari’ah) Ketua FPI:
    Pandangan FPI terhadap Wahabi:
    Ada pun Pandangan FPI terhadap WAHABI sebagai berikut : FPI membagi WAHABI dengan semua sektenya juga menjadi TIGA GOLONGAN ; Pertama, WAHABI TAKFIRI yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslim, lalu bersikap MUJASSIM yaitu mensifatkan Allah SWT dengan sifat-sifat makhluq, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Wahabi golongan ini KAFIR dan wajib diperangi.
    Kedua, WAHABI KHAWARIJ yaitu yang tidak berkeyakinan seperti Takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para Ahlul Bait Nabi SAW seperti Ali RA, Fathimah RA, Al-Hasan RA dan Al-Husein RA mau pun ‘Itrah/Dzuriyahnya. Wahabi golongan ini SESAT sehingga mesti dilawan dan diluruskan.
    Ketiga, WAHABI MU’TADIL yaitu mereka yang tidak berkeyakinan Takfiri dan tidak bersikap Khawarij, maka mereka termasuk MADZHAB ISLAM yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan DA’WAH dan DIALOG dalam suasana persaudaraan Islam.
    http://fpi.or.id/?p=detail&nid=98
    Pandangan Habib Munzir Al Musawa dari Majelis Rasulullah tentang Wahabi:
    beda dengan orang orang wahabi, mereka tak punya sanad guru, namun bisanya cuma menukil dan memerangi orang muslim.
    mereka memerangi kebenaran dan memerangi ahlussunnah waljamaah, memaksakan akidah sesatnya kepada muslimin dan memusyrikkan orang orang yg shalat.
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=5324&catid=8
    salaf, artinya adalah kaum yg terdahulu, salaf adalah istilah bagi Ulama Ulama yg terdahulu di masa setelah Tabi’ Tabiin, namun kaum penganut ajaran wahabi menamakan dirinya salafy, padahal mereka tak mengikuti ajaran ulama salaf yg terkenal berbudi luhur, ahli ibadah, ahli ilmu syariah.
    mereka ini muncul di akhir zaman justru membawa ajaran sesat dan mengaku salaf.
    http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=957&catid=7
    terimakasih mas icang, komentar panjang dan seolah-olah ilmiah, padahal penuh kedustaan dan pemutarbalikkan sejarah,
    sumber diatas penuh kedustaan,. dari web pembenci dakwah sunnah ini, wajar saja mereka mengekor berita tersebut,.
    Padahal faktanya, khilafah turki utsmani sudah banyak penyimpangan, hingga akhirnya runtuh,silahkan baca ulasannya disini
    • Nandi As Sundawy
      Januari 22, 2015 pukul 10:46 pm
      maaf kalo saya ikut campur,
      mas icang, eraslim condong berfaham khawarij tapi anda mengambil sumber dari sana? apa karena sama dengan anda, membenci saudi
      bebeb riziq sering tampil di hadi (syiah) tv indonesia.. tanya kenapa..?
      habib munzir..? yang katanya menolak malaikat izroil itu ya..
      iya kang icang nyari referensi dari sumber yang dipertanyakan,.. ya wajar saja sikapnya terhadap saudi,. sebab pemikiran org-org seperti mereka susah berkembang di saudi,
      • Anonymous
        Januari 29, 2015 pukul 4:04 pm
        icang-icang…..
        ikut2tan juga dia benci saudi,,
        dan ngambil sumber dari orang yang benci pula,,,,,
        coba tanya tuh habib rizieq nya,,,
        barapa tahun dia di empanin ama pemerintah saudi.ampe jadi sekarang ini…
        jdi geli nyimaknya,,,,,,
    • Anonym
      Juni 24, 2015 pukul 2:17 pm
      Panjang tapi ngawur

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isnin, 13 Julai 2015

ori/tipu

Taip *#06#
Akan keluar IMEI number ( International Mobile Equipment Identity)
Semak no IMEI anda, pada kedudukan ke 7 dan 8. Contoh, 358671017470473
Kedudukan no 7 dan 8 adalah seperti ******01*******
Untuk semak sama ada phone ANDA ori atau tidak, check kod di bawah.
02 atau 20 [dari Kilang Emirates atau India] = LOW QUALITY
08 atau 80 [dari Kilang Germany] = FAIR QUALITY
03 @ 30 atau 04 @ 40 [dari Kilang China] = GOOD
06 atau 60 [dari Kilang Hong Kong, China atau Mexico] = GOOD
05 atau 50 [dari Kilang Brazil, USA atau Finland] = VERY GOOD
01 atau 10 [dari Kilang Finland] = VERY GOOD
00 [dari Kilang Asal Handphone] = BEST MOBILE QUALITY
13 [dari Kilang Azerbaijan] = VERY BAD QUALITY & DANGEROUS FOR HEALTH
Apa lagi, jom check handphone anda, moga-moga original..!!

Khamis, 25 Jun 2015

Solat Jamak

Begitulah dengan jelas hadis-hadis shahih telah menetapkan bolehnya Menjamak Shalat Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ ketika tidak sedang dalam perjalanan atau dalam uzur apapun. Hal ini adalah ketetapan dari Rasulullah SAW sendiri dengan tujuan memberikan kemudahan pada umatnya.
Bagi siapapun yang mau berpegang pada prasangka mereka atau pada doktrin Ulama mereka bahwa hal ini tidak dibenarkan maka kami katakan Rasulullah SAW lebih layak untuk dijadikan pegangan:) Wassalam

Abdurrazaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Ibnu Bakar berkata Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, ia berkata Amr bin Dinar mengabarkan kepada kami bahwa Abu Asy Sya’tsa mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu Abbas mengabarkan kepadanya, Ia berkata “Aku pernah shalat di belakang Rasulullah SAW delapan rakaat secara jamak dan tujuh rakaat secara jamak”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 3467, dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir)

Rabu, 24 Jun 2015

sejarah tembeling

Taklimat Projek Jalan Ulu Tembeling -Terengganu di Kg Jelapang , Mat Daling 70km anggaran RM600 juta dihadapan Pegawai-Pegawai Tinggi Jabatan Perdana Menteri, KKLW, Konsultan dan WZWH.

Projek ini sudah dimasukkan dalam RMK 10 tapi tidak dibuat. WZWH mahu projek ini dibuat dalam RMK 11.

Projek ini unik kerana melibatkan dua buah negeri Pahang dan Terengganu. Dari segi geografi jajaran projek ini 2/3 di Pahang manakala 1/3 di Terengganu. Tidak ada jalan menghubungkan dua negeri ini disebelah sini hanya denai.

Allignment atau laluan projek ini tidak melibatkan kawasan "water catchment area" dan penebangan hutan balak dara adalah secara minimal.

DS Najib bersetuju untuk meluluskan projek ini. Kenapa projek ini perlu dibuat?

Orang Jerantut ramai bertanya apa pelaburan yang Jerantut dapat. Yang jelas pelaburan besar ECER belum  masuk lagi ke Jerantut hanya diperingkat kelulusan Kerajaan Negeri Pahang terutama Cadangan Projek Bandaraya Hutan Hujan Tropika. Pelaburan atau "investment" ialah pengukur pertumbuhan ekonomi.

Di Malaysia "investment" menyumbang 20% kepada ekonomi. Bakinya dipandu "consumption" dan "trade". 45% "investment" dihasilkan oleh sektor swasta.

Investment adalah pengerak consumption dan trade. Banyak peluang pekerjaan dijanakan yang menggalakkan consumption dan trade.

Dasar kerajaan mahu meningkatkan pelaburan dari swasta dari 45% kepada 92%. DS Najib mahu peranan kerajaan berubah daripada "financier" kepada "facilitator".

Oleh kerana Jerantut sebahagian kawasannya di pedalaman maka pelaburan dari kerajaan masih ditagih. Pelaburan dari swasta juga perlu.

WZWH akan ceritakan pelaburan Jerantut baik dari segi perancangan kerajaan, RMK11, swasta dan juga konsep dan gambaran.

Mula-mula WZWH cerita investment di DUN Tahan. Projek-projek pembangunan di DUN Tahan boleh menjadi pemangkin atau "catalyst" kepada pertumbuhan ekonomi Jerantut.

Projek jalan Ulu Tembeling dari Kampung Tuit ke Kampung Mat Daling kos projek RM552 juta. Peruntukan RM121 juta telah disalur untuk buat jalan dari Kampung Tuit ke Kampung Pagi.

Projek Bandar Herba Kg Pasir Raja Terengganu RM2.2 bilion yang diumumkan DS Najib boleh memberi kesan ekonomi limpahan kepada Ulu Tembeling. Ini juga untuk justifikasi pembinaan projek Jalan Ulu Tembeling ke Kampung Pasir Raja, Terengganu (jarak hanya 70km) anggaran kos projek RM600 juta (RMK 11).

MPOB (Malaysian Palm Oil Board) berminat untuk buat satu pusat research anggaran kos bernilai RM200 juta di tanah seluas 850 ekar berdekatan Kuala Tahan. 

Kuala Tahan, Taman Negara adalah tarikan produk pelancungan ke Jerantut. Pelaburan swasta digalakkan yang ada kepakaran eco-resort dengan pelaburan yang besar.

Airport Sungai Tiang dekat Kuala Tahan perlu diupgrade kepada airport yang lebih besar dengan memberi kemudahan akses kepada Air Asia, Firefly, dan syarikat penerbangan kecil swasta. Ada pelancung mahu cepat sampai dan cepat balik.




Tanah seluas 26,000 telah diambil bagi tanaman getah yang melibatkan 5 kampung utama di Ulu Tembeling termasuk Kg Mat Daling.

Sebahagian dari tanah 26,000 ekar di Ulu Tembeling yang diambil oleh kerajaan negeri Pahang bagi tujuan agensi seperti Felcra dan Anak Syarikat Yayasan Pahang bagi tujuan penanaman getah.

Ladang getah Felcra dan Anak Syarikat Yayasan Pahang itu boleh memberi kebaikan kepada kepentingan penduduk Ulu Tembeling. Selain dari saham Felcra kepada peserta yang eksklusif hanya kepada penduduk Ulu Tembeling, ladang getah Anak Syarikat Yayasan Pahang telah dijanjikan oleh MB Pahang untuk diberi 30% keuntungan kembali kepada penduduk Ulu Tembeling.

Peluang pekerjaan, impak ekonomi, pembinaan infrastruktur boleh memberi kemudahan.

Ditambah lagi ladang gaharu seluas 12,000 ekar lagi boleh membantu dan menyenangkan ekonomi penduduk Ulu Tembeling.

Berkenaan dengan Projek Jalanraya Ulu Tembeling Fasa 1 dari Kg Tuit ke Kg Pagi akan disiapkan pada hujung Ogos 2015.

Kelulusan peruntukan RM280 juta bagi Projek Jalanraya Ulu Tembeling Fasa 2 dari Kg Pagi ke Kg Mat Daling sejauh 44km maka berkuatkuasa pada 1 Jun 2014 projek jalan ini mesti mula dibuat dari Kg Pagi.

Projek Jalanraya Fasa 2 ini akan siap sampai ke Kg Mat Daling pada tahun 16 Mei 2018

Seterusnya memang wajar Projek Jalanraya Fasa 3 terus disambung dari Kg Mat Daling ke Kg Pasir Raja Terengganu.

Pada mulanya kerajaan tidak berminat mahu buat projek jalanraya kerana kos yang sangat tinggi tetapi Tuanku Sultan Pahang berkeras mahu projek itu mesti dilaksanakan bagi kepentingan penduduk Baginda di Ulu Tembeling.

WZWH percaya Ulu Tembeling sebagai hub ladang gaharu dan Kg Pasir Raja Terengganu sebagai hub ladang herba yang berjumlah berbilion ringgit akan memantaskan dan mempercepatkan lagi projek jalanraya ini dalam perlaksanaan ECER.

Tanah-tanah di Ulu Tembeling akan menjadi lebih mahal dan lebih strategik nanti bila rangkaian jalanraya ini siap sampai ke Terengganu. Sistem jalanraya ini yang lebih jimat masa dan lebih dekat akan membuatkan ramai orang akan menggunakan jalanraya ini dan pertumbuhan ekonomi pesat membangun.

DS Ahmad Said Mantan MB Terengganu berkata,"Jalan Kampung Pasir Raja - Hulu Tembeling itu akan menjadi penghubung antara penduduk Kampung Pasir Raja yang kebanyakannya mempunyai ikatan kekeluargaan dengan penduduk di Hulu Tembeling."

Kerajaan Terengganu mahu mengadakan perbincangan dengan kerajaan Pahang bagi merealisasikan pembinaan jalan itu termasuk melakukannya secara usaha sama. 

DS Ahmad Said tahu sejarah.

WZWH berasa teruja kerana Mantan MB Terengganu DS Ahmad Said nampak agresif mahu membangunkan sempadan Terengganu Pahang yang boleh meningkatkan pertumbuhan ekonomi dikedua-dua region.

Dulu pada 1995 di Taman Negara Kuala Tahan, Tan Sri Wan Mokthar Mantan MB Terengganu pernah berkata memang patut dah Jalan Ulu Tembeling-Kg Pasir Raja dibina. Kerajaan Pahang kena agresif.

DS Idris Jusuh Mantan MB Terengganu juga sudah bersetuju mahu bincang perancangan pembinaan projek jalan tersebut tetapi beliau tidak jadi MB selepas itu.

Kalau ikut RMK 10 (2011-2015) memang ada dalam perancangan projek jalan itu. Sekarang sudah RMK 11.

Kerajaan Pusat perlu menyediakan peruntukan lebih kurang RM600 juta untuk buat projek jalan tersebut.

Kerajaan Terengganu telah mengambil inisiatif sendiri dengan menggunakan lebihan Wang Ihsan bagi buat jalan kampung dari Kg Pasir Raja menghala ke sempadan Pahang.

Jika Kerajaan Pusat ada kekangan peruntukan, WZWH kira MB Terengganu boleh berbincang dengan MB Pahang untuk guna wang royalti minyak Terengganu-Pahang sebagai peruntukan pendahuluan. 

Kenapa tidak?

Bila MB Terengganu agresif, DS Najib bersuara disambut pula MB Pahang (kena agresif juga lah) tiada siapa yang boleh kata projek ini tidak boleh dibuat!

Projek jalan Ulu Tembeling-Kg Pasir Raja itu boleh dibuat sepanjang 70km.

Terengganu ambil 1/3, Pahang ambil 2/3

Deal is deal done!....

Projek Jalan Kg Mat Daling-Kg Pasir Raja Terengganu adalah laluan Legenda Sejarah. Biar WZWH cerita lagenda sejarah denai atau jajaran jalan ini.

Maka WZWH menulis sejarah hubungan Ulu Tembeling dengan Terengganu....

Ulu Tembeling merangkumi 5 kampung besar Kg Bukit Mat Daling, Kg Bantal, Kg Gusai, Kg Kuala Sat dan Kg Pagi. 

Dulu orang Ulu Tembeling berjalan kaki ke ke Kampung Pasir Raja Terengganu vice versa samada mengunjungi sedara mara, mencari garam, menghadiri kenduri dan sampai kini atas undangan kejohanan bolasepak.

Jalan ini yang dipanggil denai atau jejak Mat Kilau tapi sebenarnya beratus tahun sebelum Mat Kilau menggunakan jalan denai itu, orang Ulu Tembeling sudah menggunakannya.

Hubungan ini bermula bila seorang pembesar dari keturunan Sultan Zainal Abidin 1 Terengganu membawa diri ke Pahang ekoran konflik politik yang berlaku. Diburu kerana perebutan kawasan membuatkan Wan Ismail bin Tun Salleh bin Tun Khamis bin Tun Muhammad ibni Sultan Zainal Abidin 1 Terengganu menyeberangi sempadan Terengganu Pahang.

Wan Ismail dan pengikutnya berkampung di Janing sebuah kampung besar di ulu Sungai Tembeling paling ulu. Dikatakan ramai penempatan pada masa itu. 

Pada masa itu dikatakan ada cerita kisah seorang raja Sakai (orang liar) yang bermata merah dan pengikutnya suka tinggal di pokok dan kerja sakai ini suka menyerang orang Melayu yang berhubung antara Terengganu dan Pahang.

Raja Sakai ini gagah dan suka mengamalkan kanibal makan daging orang Melayu. Ramai orang Melayu terutama pedagang dibunuh. Maka cerita ini sampai ke Wan Ismail.

Wan Ismail seorang yang berbadan tinggi mencabar Raja Sakai ini bertarung. Maka berlakulah pertempuran yang hebat antara Raja Sakai bermata merah lagi kanibal dengan Wan Ismail. Akhirnya kalah dan tewas Raja Sakai. 

Semua pengikut Raja Sakai berbaiah dengan Wan Ismail akan tunduk taat setia dengan Wan Ismail dan keturunannya. Maka semua sakai-sakai Ulu Tembeling tunduk kepada Wan Ismail dan keturunannya hingga kini.

Wan Ismail bersama pengikutnya akhirnya menetap di Pulau Besar Ulu Tembeling. Beliau telah berkahwin dengan Wan Leper binti Wan Long bin Tun Abdullah bin Tun Da (Tun Pedah Yusuf) ibni Bendahara Tun Abdul Majid. Keluarga Tun Da (Tun Pedah Yusuf) ramai menetap di Lembah Tembeling.

Pada masa ini Wan Ismail ditugaskan oleh Engku Khatib bin Tun Abdullah bin Tun Da (Tun Pedah Yusuf) dan Orang Kaya Maharaja Perba Jelai pergi ke Dungun mengambil Wan Ahmad (Sultan Pahang petama) untuk dibawa ke Pahang untuk diangkat menjadi Raja Bendahara Pahang.

Wan Ahmad telah berpuluh kali berperang dengan Bendahara Tun Mutahir tapi sentiasa tewas. Wan Ahmad tidak percaya kepada Wan Ismail pada mulanya. Akhirnya berlaku sumpah antara Wan Ahmad dengan Wan Ismail bersama 7 lagi pendekar Janing berjanji setia di Kg Pasir Raja Terengganu.

Sebilah keris telah diisi ke dalam jug yang beisi air dan digode (kacau) dengan membaca beberapa ayat Al-Quran lalu Wan Ahmad, Wan Ismail dan 7 pendekar Janing minum air dalam jug.

Wan Ahmad dibawa menghilir Sungai Tembeling hingga ke Pasir Tambang Kuala Tembeling pada 1862. Disitu menunggu orang Tembeling, orang Jelai dan para pembesar Pahang yang menyokong perjuangan politik Wan Ahmad.

Wan Hussein bin Engku Khatib bin Tun Abdullah bin Tun Da ibni Bendahara Tun Abdul Majid telah mengistiharkan Wan Ahmad sebagai Raja Bendahara Pahang. Dari Pasir Tambang mereka berarak menghilir Sungai Pahang hingga ke Pekan. The rest is history...Bendahara Tun Mutahir berundur ke Johor. Maharaja Sultan Abu Bakar Johor adalah menantu Bendahara Tun Mutahir.

Wan Ahmad telah berjanji kepada Wan Ismail untuk membantu mendapatkan kembali kawasan di Terengganu. Namun setelah menang perang saudara, Wan Ahmad tidak menunai janji. Wan Ismail hanya diberi kuasa di Pulau Besar Ulu Tembeling.

Ini tidak menyenangkan Wan Hussein. Walaupun Wan Ismail berkahwin dengan sepupu Wan Hussein namun sentimen Terengganu Pahang menebal dihati Wan Hussein. Atas sebab itu berlaku pula peperangan diantara Wan Ismail dan clan Ulu Tembeling dengan Wan Hussein dan clan Tembeling Tengah.

Konflik berlaku selama 2 tahun dan mengakibatkan banyak kematian. Akhirnya Wan Ahmad yang menjadi Sultan Pahang pertama terpaksa campur tangan. Sultan Wan Ahmad menitahkan bahawa Wan Hussein dan Wan Ismail membayar denda yang tinggi.

Sultan Wan Ahmad menetapkan bahawa Wan Ismail berkuasa di Pulau Besar ke atas manakala Wan Hussein berkuasa dari Tembeling Tengah ke Kg Bantal. Wan Hussein tidak mengiktiraf Wan Ismail yang dikatakan berasal dari Terengganu.

Seorang Penghulu Raja dilantik oleh Sultan Wan Ahmad dikalangan orang biasa di Lembah Tembeling bagi memantau perkembangan politik ke dua puak yang suka berperang ini bimbang bangkit memberontak melawan Sultan Pahang! Penghulu Raja adalah spy mata dan telinga Raja Pahang.

Ya memang Wan Ismail berasal dari Terengganu. WZWH diberitahu bahawa keluarga Wan Ismail ini begitu dominan di Ulu Tembeling. Di Terengganu keluarga Wan Ismail bertaburan dari Kampung Pasir Raja dan sekitar, Kuala Jengai, Jerangau, Kuala Berang, Dungun, dan Kuala Terengganu.

Jasa Wan Ismail yang besar ialah mengambil Wan Ahmad dari Dungun balik ke Pahang menghilir Sungai Tembeling ke Pasir Tambang Kuala Tembeling dan perubahan politik Pahang berlaku...

Adalah diluar jangkaan Wan Ismail untuk berimaginasi bahawa pada satu masa nanti ada jalan besar menghubungkan Kampung Pasir Raja Terengganu dengan Ulu Tembeling.

Pembinaan Projek Jalan Ulu Tembeling- Kg Pasir Raja dengan kos RM600 juta akan membangunkan pertumbuhan ekonomi Ulu Tembeling (Daerah jerantut) dengan Kg Pasir Raja dan seluruh Daerah Dungun, Terengganu.

Jika pembaca WZWH tanya siapa antara Wan Ismail dan Wan Hussein yang WZWH sokong. Maka jawab WZWH....I'm descendant of both Wan Ismail and Wan Hussein is hard for WZWH to decide!!!

WZWH tidak anggap Projek Jalan Ulu Tembeling-Terengganu ini sebagai mimpi indah. Ianya adalah realiti yang boleh digapai dan dicapai. Political will, will power dan usaha yang bersungguh tanpa henti dan jemu akan membuatkan projek ini boleh dijayakan.

Selasa, 2 Jun 2015

Menangis

Siapa kata menangis tak ada gunanya?Jika anda menangis terlalu lama, ia mampu membuat mata anda merah dan bengkak. Tetapi anda tidak perlu khuatir..menangis dan mengeluarkan air mata ternyata boleh menjadi ubat ajaib yang berguna bagi kesihatan tubuh badan dan fikiran anda. Nampak macam pelikkan??Tapi percayalah….Jom kita lihat, bagaimana air mata & tangisan boleh membantu anda…..

  
1- Membantu Penglihatan Anda
************************
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang boleh membuat penglihatan menjadi kabur.

2- Membunuh Bakteria
*****************
Tak perlu ubat titis mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteria semulajadi. Di dalam air mata terkandung cecair yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 peratus bakteria-bakteria yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteria, hanya dalam 5 minit…Jadi, jangan takut untuk menangis ya!!

3- Meningkatkan Mood
*****************
Seseorang yang menangis boleh menurunkan tahap kemurungan. Kerana dengan menangis, mood seseorang akan kembali normal. Air mata yang dihasilkan ketika menangis, mengandungi 24 peratus protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh berbanding dengan air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4- Mengeluarkan Racun
******************
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa kajian tentang air mata dan menemukan bahawa air mata yang keluar dari hasil menangis kerana emosional ternyata mengandungi racun. Maka, dengan keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahawa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya melalui mata.

5- Mengurangkan Stress
*******************
Bagaimana menangis boleh mengurangkan stress? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stress yang terdapat dalam tubuh iaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stress, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stress seperti tekanan darah tinggi.

6- Membangun Komuniti
*******************
Selain baik untuk kesihatan fizikal, menangis juga boleh membantu seseorang membangunkan sesebuah komuniti. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang boleh memberikan sokongan, dan hal ini boleh meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosial.

7- Melegakan Perasaan
******************
Semua orang rasanya merasa demikian. Walaupun anda diuji dengan berbagai macam masalah dan dugaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah dari fikiran


sumber:Wonderful Life.my

Isnin, 18 Mei 2015

Isra’ Mi’raj

narkahTerjadi Pada 27 Rajab?

Sebagian besar kaum muslimin, terkhusus di negeri ini meyakini bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj jatuh pada malam 27 Rajab.
Biasanya mereka isi malam itu dengan qiyamullail kemudian puasa pada siang harinya. Berbagai perayaan pun diadakan untuk memperingati peristiwa yang menjadi salah satu mu’jizat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut.
Benarkah Isra’ dan Mi’raj ini terjadi pada malam 27 Rajab?
Para ulama sejak dahulu sudah membahas dan menerangkan permasalahan ini dalam kitab-kitab mereka. Dan kesimpulan dari keterangan mereka adalah:
Bahwa tidak ada satupun dalil yang shahih dan sharih (jelas) yang menunjukkan kapan waktu terjadinya Isra’ dan Mi’raj. Para sejarawan sendiri berbeda pendapat dalam menentukan kapan waktu terjadinya peristiwa itu.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullah menyatakan ada lebih dari sepuluh pendapat yang berbeda dalam menentukan kapan waktu terjadinya Isra’ dan Mi’raj, di antaranya ada yang menyebutkan pada bulan Ramadhan, ada yang menyebutkan pada bulan Syawwal, bulan Rajab, Rabi’ul Awwal, Rab’iul Akhir, dan berbagai pendapat yang lain.
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan: “Diriwayatkan dengan sanad yang tidak shahih dari Al-Qasim bin Muhammad bahwa Isra’ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terjadi pada 27 Rajab. Riwayat ini diingkari oleh Ibrahim Al-Harbi dan para ulama yang lain.”
Al-’Allamah Abu Syamah rahimahullah dalam kitabnya, Al-Ba’its ‘ala Inkaril Bida’ wal Hawadits, menyebutkan bahwa terjadinya Isra’ bukan pada bulan Rajab. Kemudian beliau juga mengatakan: “Sebagian tukang kisah menyebutkan bahwa Isra’ dan Mi’raj terjadi pada bulan Rajab, perkataan seperti ini menurut ulama ahlul jarh wat ta’dil adalah sebuah kedustaan yang nyata.”
Semakna dengan yang dikatakan oleh Abu Syamah di atas adalah keterangan Ibnu Dihyah, sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnu Hajar rahimahumullahu jami’an.
Sekarang, mari kita menengok bagaimana penjelasan Al-Hafizh An-Nawawi rahimahullah -seorang ulama besar madzhab Syafi’i dan sering dijadikan rujukan oleh kaum muslimin termasuk di Indonesia- terkait permasalahan ini.
Dalam kitabnya,Syarh Shahih Muslim, beliau berkata:
“Peristiwa Isra’ ini, sebagian kecil berpendapat itu terjadi 15 bulan setelah diutusnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Harbi mengatakan bahwa itu terjadi pada malam 27 bulan Rabi’ul Akhir, satu tahun sebelum hijrah. Az-Zuhri mengatakan bahwa itu terjadi 5 tahun setelah diutusnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nabi mengalami peristiwa Isra’ ketika agama Islam sudah tersebar di kota Makkah dan beberapa qabilah.”
Beliau tidak memastikan bahwa Isra’ dan Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab, beliau hanya sebatas menukilkan pendapat sebagian ulama sebagaimana telah disebutkan.
Sebagian ulama memperkirakan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini terjadi tiga atau lima tahun sebelum hijrah. Karena setelah mendapatkan wahyu perintah untuk mendirikan shalat lima waktu pada peristiwa tersebut, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih sempat menunaikannya beberapa waktu bersama Khadijah radhiyallahu ‘anha, istri beliau. Dan tidak diperselisihkan bahwa Khadijah radhiyallahu ‘anha meninggal tiga ataulima tahun sebelum hijrah. Wallahu a’lam.
Berdasarkan keterangan para ulama di atas, maka kita tidak boleh menetapkan, memastikan, ataupun meyakini bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab. Hanya Allah subhanahu wa ta’ala sajalah yang mengetahui kapan peristiwa tersebut terjadi, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai hamba-Nya yang menjalaninya. Sementara kita tidak mendapatkan satupun ayat al-Qur’an maupun hadits yang memberitakan kapan peristiwa tersebut terjadi.

Ahad, 5 April 2015

Tun M

Pencerahan Keturunan Tun M
Dalam celahan pembentukan Negeri Kedah Darulaman pada 1881, Lahirlah Mohamad Bin Iskandar di Pulau Pinang.
Mohamad, Bapa kepada Tun M bukanlah lahir di Kerala India, walaupun beliau sendiri mengakui dari ada darah keturunan dari (datuknya) India tapi tak dinyatakan daerah mana, jauh sekali seorang Mu'alaf apatah lagi dari Kasta itu dan ini.
Ibu Mohamad, isteri kepada Iskandar, seorang Melayu tulin bernama Siti Hawa dan berasal dari Johor.
Ibu Tun M pula bernama Wan Tempawan Bt Wan Hanafi, seorang Melayu tulin yang merupakan keturunan Anak tunggal Mahsuri bernama Wan Hakim.
Ayahanda Tun M merupakan seorang tokoh masyarakat di Malaysia dan merupakan Pengasas Maktab Sultan Abdul Hamid,Kedah pada 1908 dan merupakan Pengetua yang Pertama di Maktab berkenaan.
Wan Tempawan berasal dari Kampong Kulut (Kolot), Bukit Lada Kubor Panjang Kedah.
Ibu Tun M,Wan Tempawan berasal dari keturunam Wan Mohamad Saman,menteri besar Kedah yg pertama.
Nenek Tun M bernama Wan Nek mmg berasal dr Bukit Lada Kbr Pjg.
Dari sinilah asal Wan Tempawan.
Ayah kepada Tun M yang tersiratnya juga seorang Agamawan Arifbillah.
"ORANG YG KATA SAYA. NYANYUK SEBENARNYA DIA MENIPU DIRI" -Tun M
Disini juga merupakan Kampong kelahiran Syed Syeikh Abdullah Fahim Bin Syed Ibrahim (Nenda Pak Lah)
Letih membaca tohmahan dan tuduhan salasilah keturunan Tun M. Ada muzium tak mahu lawat, dok kata Tun M mamak india. Ramai dah lama tahu tentang ini. Dan kita patut respek akan ayahndanya.
Ada yang menganggap Perdana Menteri Malaysia hanya dipilih sekadar suka-suka atau sekadar memiliki ringgit yang banyak tanpa meneliti salasilah dan jurai Keturunan.
Onn Jaafar, Almarhum Tunku, Tun Abdul Razak dan Pak Lah adalah dari jurai-jurai Melayu lama yang penuh rahsia.
Mereka menyangka pemilihan ini hanya datang dari jawatan Presiden UMNO yang dipilih secara suka-suka. Tidak pernah ambil tahu,kenapa ada yang menjadi arang, berusaha sehabisnya memburu cita-cita sebagai PM tetapi penghijungnya hanya sia-sia
Nota penting: Satu lagi perlu tahu. Tun M bukan pemimpin yang suka-suka bagi projek pada saudara mara dan rakan taulan. Salah satu punca Kedah tumbang ketangan PAS pada PRU 12 ialah peranan saudara mara dan rakan taulan selain melihat seorang Anak Kedah yang berjasa dihina dan diperlekehkan
Terima masih pada: Key Marzuki & para sahabat yang lain